Metodologi Penelitian Kualitatif

 


Nama : Aisah Zihan Falela

Nim : 201180261

Kelas : PAI H

Jurusan  : Pendidikan Agama Islam (IAIN Ponorogo) 

Ruang Lingkup Metode Penelitian dan Hakikat Penelitian

Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk memperoleh informasi/data dengan tujuan tertentu. Kegiatan penelitian didasarkan pada cirri-ciri keilmuan,yaitu rasinoal,empiris dan sistematis. Tujuan penelitian ilmiah yaitu memperluas pengetahuan dunia dan mencapai sasaran-sasaran  tentang suatu objek tertentu dalam suatu penelitian. Metodologi merupakan bagian dari ilmu pengetahuan yang membahas tentang bagaimana prosedur atau cara-cara kerja untuk mencari suatu kebenaran. 

Metode merupakan suatu jalan atau cara yang harus dilalui seseorang untuk mendapatkan informasi atau data dengan maksud untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Sedangkan Metodologi adalah system panduan yang digunakan untuk memecahkan persoalan, dengan komponen sepesifiknya berupa bentuk, metode, tugas, teknik dan alat. Dengan demikian, sudah jelas bahwa metode berada di dalam metodologi, juga bisa dikatakan bahwa metode lebih berkenaan dengan teknis dari keseluruhan yang dibahas dalam metodologi. Ketika berbicara tentang metodologi berarti berbicara mengenai metode-metode yang digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan pengetahuan tentang realitas. Dan dalam suatu penelitian metode merupakan teknik penggalian, pengolahan, data dan populasi serta sampel. 

Laporan penelitian adalah suatu karya tulis yang memuat paparan tentang proses dan hasil-hasil penelitian atau kajian masalah.  Karya ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan menggunakan landasan teori dan metode-metode ilmiah. Karya ilmiah berisikan data, fakta, dan solusi mengenai suatu masalah yang akan diteliti. Dalam penulisan karya ilmiah harus dilakukan secara runtut dan teratur (sistematis) dalam prosesnya, yaitu Pendahuluan, Isi, Pembahasan dan Kesimpulan.  

Penelitian merupakan upaya atau cara kerja yang sistematis yantuk mencari solusi dalam suatu permasalahan atau pertanyaan dengan cara mengumpulkan data dan  merumuskan generalisasi berdasarkan data tersebut. Penelitian pendidikan diartikan sebagai proses yang teratur atau sistematis untuk memperoleh pengetahuan dan pemecahan masalah pendidikan melalui metode ilmiah, baik dalam pengumpulan analisis data,serta membuat rumusangeneralisasi berdasarkan penafsiran data tersebut. Kegunaan penelitian pendidikan , pengembang ilmu pengetahuan secara umum dan teori-teori pendidikan serta system pendidikan maupun kepentingan praktis dalam penyelengaraan pendidikan. Melalui penelitian pendidikan dapat diketahui kelemahan-kelemahan yang ada dalam praktik pendidikan dan mencari solusi untuk memperbaiki masalah tersebut. Serta mengetahui kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan selanjutnya untuk suatu lembaga pendidikan tertentu serta teori dan fakta apa yang lebih tepat digunakan untuk masa dan tempat tertentu. 

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir menjelaskan secara teoritis hubungan antara variable yang sedang diteliti. Jadi secara teoritis perlu dijelaskan hubungan antar variable independen dan dependen. 

Kriteria penting agar suatu kerangka pemikiran bisa meyakinkan suatu ilmuwan, adalah alur-alur pikiran yang logis dalam mengembangkan suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan yang berupa hipotesis.  Jadi, kerangka berfikir merupakan sintesis tentang hubungan antar variable satu dengan yang lainnya yang tersusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Minimal ada 5 tahap berfikir dengan menggunakan metode ilmiah yaitu merumuskan masalah hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis, dan merumuskan kesimpulan. 

 

Jenis dan Macam Pendekatan Penelitian

Penelitian ditinjau dari tujuan meliputi eksplanatif, pengembangan dan verivikasi. penelitian Eksplanatif ini bermaksud untuk mengetahui sebab-musabab. Semua kejadian yang berhubungan dengan proses belajar mengajar dicatat, diteliti, dan diadakan perbaikan atau penyempurnaan seperlunya sehingga akhirnya diharapkan ditemukannya solusi dalam permasalahan yang sedang terjadi. Megadakan percobaan dan perbaikan inilah yang tergolong sebagai penelitian pengembangan. Dan yang terahir penelitian yang ditinjau dari tujuannya yaitu penelitian verifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebenaran hasil penelitian lain yang diberi nama penelitian verifikatif.

Pendekatan dengan pendekatan longitudinal (pendekatan bujur) adalah penelitian yang meneliti perkembangan sesuatu aspek atau sesuatu hal dalam seluruh periode waktu, atau tahapan perkembangan yang cukup panjang. Pendekatan ini mempunyai kelebihan yakni subjek yang diteliti sama sehingga pengaruh factor internal subjek tidak berpengaruh pada hasil penelitian.

Penelitian ini harus disesuaikan dengan jenis sepesialisasi dan  interest. Ragam penelitian ini antara lain penelitian di bidang pendidikan, kedokteran, perbankan, keolaragaan, ruang angkasa, pertanian dan sebagainya. 

Penelitian ditinjau dari Tempatnya 

Penelitian ini dilakukan peneliti sesuai dengan permasalahan yang sedang dipecahkan, sesuai dalam ranah apa masalah yang ingin diteliti. Biasanya meliputi laboraturium, perpustakaan dan penelitain di lapangan. 

Penelitian Ditinjau dari Hadirnya Variabel

Penelitian ditinjau dari variable meliputi penelitian variable masa lalu, sekarang dan penelitian yang akan datang. Penelitian yang dilakukan untuk menggambarkan variable masalalu dan masa sekarang adalah penelitian deskriptif. Dan variable  masa yang akan datan disebut penelitian eksperimen.

Karakteristik Penelitian

Penelitian Harus Sistematis

Penelitian harus disusun secara sistematis dalam prosesnya, tersusun secara terstruktur  sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. Sehingga memerlukan langkah-langkah tertentu dalam melaksanakannya, yaitu tergantung pada pendekatan atau metode apa yang digunakan dalam proses penelitian tersebut. 

Penelitian Harus Logis

Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berfikir itu harus dilakukan dengan cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan baru dianggap valid apabila proses penarikan kesimpulan tersebut dilakukan menurut cara tertentu, kesimpulan rasional diturunkan dari bukti-bukti yang ada. 

Mengadakan Pengecekan dan Verifikasi

Langkah-langkah dalam penelitian yang sistematis harus rasional pada setiap bagian, sehingga validitas internal secara relative dapat ditemukan. Dengan demikian maka kesimpulan penelitian dan generelisasi yang dihasilkan akan mudah dicek kembali oleh peneliti ataupun bisa juga oleh pihak lain. 

Penelitian Harus Empiris

Dalam sebuah penelitian harus mencari informasi yang membenarkan atau valid , suatu kepercayaan dalam kebenaran atau kebohongan informasi yang diperoleh diklaim bahwa penelitian tersebut empiris. 

Penelitian Mempunyai Sifat Reduktif

Ketika penelitian menggunakan prosedur atau cara yang analitas untuk mendapatkan data, maka sebenarnya peneliti telah meredukasi atau mengurangi berbagai kebingungan tentang suatu masalah atau kejadian yang dihadapi.


Ciri-ciri dan Bentuk Masing-Masing Penelitian

Penelitian Eksploratif, adalah salah satu jenis penelitian social yang memiliki tujuan untum memberi sedikit gambaran mengenai konsep atau pola yang digunakan dalam penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti belum memiliki definisi atau konsep yang akan dilakukan dalam proses penelitian. Memiliki cirri-ciri yaitu jarang menghasilkan jawaban/ informasi yang pasti; menggali tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan kondisi fenomena social tertentu, seringnya menggunakan teknik kualitatif dalam proses pengumpulan datanya, taidak terlalu terpaku pada teori dan pertanyaan penelitian yang disusun sejak awal. 

Penelitian pengembangan, memiliki cirri-ciri yaitu, prodek berbasis masalah ; uji coba procedural; revisi produk agar evektif dan layak untuk digunakan , tidak menguju teori namun mengembangkan teori-teori yang sudah ada, kemanfaatan produk untuk peningkatan kualitas pendidikan.

Penelitian verifikasi, yaitu melakukan pengujuannya dan study banding.

Penelitian kebijakan, : memerlukan pemikiran yang intens; bersifat aplikatif-praktis; berfokus pada tindakan nyata; dilakukan dengan cepat, tepat dan akurat dalam proses penelitiannya; dan keberagaman dalam hal penelitian dan pendekatannya. 

Penelitian murni; membangun, meningkatkan dan memperluas pengetahuan yang baru,bersumber dari ide-ide ilmiah, meletakan dasar sains, bersifat akademis, tidak ada pengunaan praktis secara langsung, tidak dimaksudkan untuk membuat atau mencipta sesuatu. 


Latar Belakang Permasalahan dalam Penelitian

Masalah merupakan kesanjangan antara harapan dan kenyataan, antara kebutuhan dengan yang tersedia,dan antara seharusnya dengan apa yang ada saat ini.dan dengan penelitian tersebut diharapkan mampu untuk mencari solusi untuk memecahkan atau menutup kesenjangan tersebut. 

Sumber-sumber Permasalahan, berbagai sumber permasalahan dapat digali, diidentifikasikan dan dikembangkan antara lain, pengalaman pribadi, melanjutkan atau memperluas penelitian, melalui sumber kepustakaan (buku teks, jurnal, diskusi dan penelitian ilmiah). 

Kriteria kelayakan pemilihan masalah penelitian, yaitu masalah dalam penelitian harus merupakan sesuatu yang berguna untuk dipecahkan, masalah penelitian harus sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peneliti, masalah yang diambil harus menarik, masalah yang diteliti harus menghasilkan sesuatu yang baru, tersedianya data yang cukup dan relevan untuk mendukung masalah penelitian, Masalah penelitian yang diambil jangan terlalu luas cangkupannya, agar peneliti lebih focus pada hal-hal tertentu saja. 

Identifikasi masalah memerlukan upaya untuk mengelompokkan, mengurutkan serta memetakan masalah-masalah yang sedang diteliti secara sistematis atau teratur berdasarkan keahlian bidang peneliti. Bila daftar pertanyaan telah dibuat dan disusun sesuai urutan yang paling mendasar, maka perlu dipilih dan diidentifikasikan masalah yang layak untuk dilakukan penelitian dan dicari ketajaman dan kemandirian (kepekaan, kesiapan dan ketekunan), peneliti yang bersangkutan. 

Merumuskan judul penelitian seorang peneliti terlebih dahulu mengidentifikasikan, menetapkan dan merumuskan peremasalahan penelitian yang mungkin dan layak untuk diteliti. Sehingga penetapan judul penelitian, akan memungkinkan untuk dilakukan, setelah rumusan masalah penelitian itu diketahui. Masalah yang muncul dalam pikiran peneliti berdasarkan penelaah situasi yang meragukan dapat dianggap sebagai titik sentral dari keseluruhan

Studi Pendahuluan merupakan bagian awal dalam sebuah penelitian atau proposal dan diperlukan perhatian khusus dalam proses penelitiannya. Dengan melakukan studi pendahuluan, calon peneliti dapat menghemat banyak tenaga dan biaya. Kedudukan rumusan masalah dalam kegiatan penelitian sangatlah penting, perumusan masalah menentukan lancar tidaknya kegiatan dalam penelitian. Jika sebuah penelitian tidak memiliki rumusan masalah tidak akan terjadi aktivitas penelitian yang sempurna. 

Menentukan Hipotesis Penelitian Kualitatif

Hipotesis merupakan suatu bagian penting bagi seseorang peneliti, hipotesis bukan sekedar pernyataan melainkan jawaban sementara terhadap suatu persoalan dan sebagian ramalan. Dalam menentukan hipotesis, ada dua teknik yang dapat digunakan, yaitu teknik induktif dan teknik deduktif. Selanjutnya peneliti mencari sifat-sifat umum dari fakta tersebut, mengenali karakteristik-karakteristik umum dari kasus-kasus tersebut, baik dengan analisis logis (membuat asumsi-asumsi)maupun dengan mencari rujukan teorinya. Peneliti merumuskan kesimpulan secara induktif, yang selanjutnya dijadikan hipotesis. 

Komentar